Antara tari
saman dan tari Ratoh Duek merupakan dua tarian yang sanangat berdeda walau
banyak di antara kalangan masanyarakat salah berpendapat pada hal tersebut.
Perbedaan perrama yang mencolok adalah bahwasanya tari Saman tidak di tarikan oleh wanita, melain
kan pria dengan jumlah penari ganjil. Sedangkan tariRatoh Duek di tarikan oleh
wanita dengan jumlah penari genap, tari Ratoh Duek di kendalikan oleh dua orang
syahi ( penyanyi syair di luar pormasi duduk penari), sedangkan tari Saman di
kendalikan oleh seorang penangkat yang duduk di dalam formasi barisan penarih
paling tengah. Syair tari Saman selalu menggunakan bahasa Gayo, sedangkan syair
tari Ratoh Duek menggunakan bahasa aceh.
Kemudian
tari Saman di bagi ke dalam beberapa beberapa gerakan atau bagian utama dalam
posisi duduk yaitu:
·
Regum,
merupakan bagian pembuka dari tarian berupa auman yang belum berbentuk kata
·
Dering,
adalah lanjutan auman yang sudah mempunyai kata
·
Salam,
adalah pemberian salam penghormatan bagi seluruh undangan yang hadir
·
Uluni
lagu, merupakan gerakan lembut sebelum gerakan keras
·
Lagu,
adalah gerakan yang mempunyai banyak kreasi
·
Anak
nilagu, merupakan gerakan ringan yang terkadang terjadi selang seling
Sedangkan
Ratoh Duek, gerakanya dalam posisi duduk
yang terdiri dari gerakan tangan menepuk dada dan paha, gelengan kepala ke
kanan dan kekiri, gerakan duduk dan berlutut, serta mempersilangkan tangan dengan penari lain di
sebelahnya yang dilakukan dengan urutan yang fleksubel, dapat berubah dan di
kreasikan sewaktu waktu, namun demikian tari di buka dengan salam, syairpun
dinyanyikan sebagai mana biasanya. Syair yang di bawakan berupa nyayian yang di bawakan oleh syahi dan
kemudian di sahut oleh penari lainya.
Hal lain yang membedakan tari Saman dengan
tari Ratoh Duek adalah kehadiran music pengiring. Tari saman tidak pernah di
iringi oleh alat musik, sedangan tari Ratoh Duek di iringi oleh alat music
rapai
Selanjutnya
terdapat perbedaan di kostum, kostum penari Saman adalah
pakaian adat suku Gayo yang di sebut baju kanong dengan motif kerrawang
( pakaian dasar hitam dengan motif warna kuning, merah, dan hijau) dan di
kepala di pakai bulang teleng yang di
sertai daun kepies, namun daun ini semakin langka dan dig anti dengan daun
pandan, dan sewaktu waktu bulang teleng ak
an di lepas ketika gerakan mulai lebih kencang akan di
pakai kembali setelah tatian selesai
Tari Ratoh
Duek menggunakan pakaian polos berwarna
yang di padukan dengan kain songket aceh dan ikat kepala yang gjuga berwarna
yang dapat di modifikasi atau di kreasikan. Dan ikat kepala tidak pernah di
lepas dari mulainya tarian sampai berahir.
Setelah kita
mengetahui perbedaan atara tari Saman dengan Ratoh Duek semoga dengan ini kita
semua bisa membedakan atara tari saman dan tari Ratoh Duek, agar tidak terjadi
kesalah pahaman di kemudian hari.
SUMBER: Info
budaya.com oleh Nurmala khaira,s.s

Tidak ada komentar:
Posting Komentar